RESENSI NON-FIKSI
Judul : Menjadi Broadcater Profesional
Pengarang : Masduki
Tahun Terbit : 2004
Penerbit : Pustaka Populer
Kota Terbit : Bantul, Yogyakarta
Tebal Buku : 1,45 cm x 21 cm
Jumlah Halaman : xvi + 148 halaman
Kekurangan Buku :
Buku menjadi broadcaster profesional: masih kurang sempurna. Karena banyak bahasa yang kurang di pahami seperti pada hal 106-107 tentang mengembangkan kentrampilan penulis naskah radio populer AS yang menyebutkan sejumlah aturan main menulis naskah.
Kelebihan Buku :
Buku ini sangat banyak kelebihanya seperti teori-teori prosedur operasional standar, kentrampilan produksi siaran, kentrampilan kreatif siaran, model struktur organisasi radio di Indonesia dll. Selain itu buku ini dapat menjadi salah satu referensi bagi para calon DJ, penyiar, repoter, editor, pendengar aktif dan pendengar pasif.
Sinopsis Buku :
Buku yang berjudul Broadcaster Profesional seperti buku ibarat nyala lilin, ia tidak membuat terang seluruh ruangan di sekitarnya, tetapi dapat membimbing mencari jalan keluar dalam kegelapan ruang. Kegelisahan di dunia akademik keradioan yang berpadu dengan kegelisahan di kalangan praktisi profesional mencerminkan masih gelapnya profesi broadcaster bago orang banyak. Buku ini bermaksud mempertemukan wilayah tersebut agar “ kegelapan” itu segera berlalu. Bagian awal buku ini dibuka dengan refleksi penulis tentang perkembangan radio siaran di Indonesia, di lanjutkan paparan panjang seputar kentrampilan keradioan, dan diakhiri dengan tips dasar menjadi penyiar profesional. Buku ini diharapkan juga menjadi acuan mata kuliah produksi & Programa radio atau mata kuliah sejenis di perguruan tinggi komunikasi.
Memahami radio sebagai institusi sosial tidak semata bahwa radio harus menyediakan ruang seperlunya bagi aktivitas nonkomersial, yang penting adalah menjadikan seluruh irama siarannya bermakana bagi kehidupan sosial pasca keuntungan ekonomi yang di peroleh dari acara itu. Perbedaan mendasar antara media cetak dan media penyiaran termasuk radio adalah penggunaan frenkuensi sebagai pemilik public. Dengan demikian, radio lebih memiliki tanggung jawab sosial sebagai institusi milik public ketimbang media cetak. Radio memiliki 3 kekuatan pertama, mobilitas tinggi: radio bisa “ membawa pendengarnya ke mana-mana” sambil tetap sibuk bekerja di suatu lokasi. Kedua, realitas: radio menggiring pendengar ke dalam kenyataan dengan suara-suara actual dan bunyi dari fakta yang terekam dan disiarkan suara-suara actual dan bunyi dari fakta yang terekam dan di siarkan. Ketiga, kesegerean: radio menyajikan informasi dan petunjuk yang di butuhkan pendengar secara cepat, bahkan secara langsung pada saat kejadian. Pendengar bisa berinteraksi dengan penyiar secara mudah melalui fasilitas telepon.
Buku ini juga ada bagaimana cara operasional standar siaran radio, dalam kajian pemasaran dikenal 4P, yaitu Product, Price, Place, dan Promotion. Perencaaan merupakan bagian standar operational Procedure ( SOP ) produksi siaran yang harus dipatuhi setiap broadcaster. SOP meliputi : Plannig, Collection, Writing, Vocal recroding, On air, dan Evaluation. Setiap proses tersebut harus diikuti dan di patuhi oleh semua kru produksi yang terlibat. Selanjutnya meneliti kebutuhan pendengar, yaitu responden penelitian yang artinya khalayak radio ( radio audio ence ), yaitu kelompok utama dalam masyarakat yang mendengarkan acara-acara radio. Tujuan penelitian pendengar adalah untuk melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan siaran; pendengar tidak hanya dianggap objek; bentuk pertanggungjawaban radio sebagai media yang menyentuh kepentigan pendengar;realisai prinsippenyiaran modern harus memenuhi kebutuhan pendengar.
Menjadi penyiar profesional di bagi menjadi 3 sub yaitu Announcer, Dj, Newscaster, produksi dan pengelolaan vocal,simulasi potensi broadcaster.
· Dj dan penyiar itu harus mempunyai 3 kentrampilan yang harus dikuasi yaitu
1. Announcing skill yaitu kentrampilan menuturkan segala sesuatu menyangkut music, kata, atau lirik lagu yang di sajikan.
2. Operating skill yaitu ketrampilan mengoperasikan segala peralatan siaran.
3. Musical touch yaitu kentrampilan merangkai music dalam tatanan yang menyentuh emosi pendengar. Bercinta rasa dalam seleksi, harmonis dalam rangkain.
· Produksi dan pengelolaan vocal
Tuturan ( vocal ) adalah bunyi yang di hasilkan oleh alat ucap manusia, selama udara yang diembuskan dari paru-paru tidak sehubungan. Komponen suatu vocal adalah (1) artikulasi: kejelasan ejaan; (2) speed: atau ukuran kecepatan pengucapan; (3) intonasi: tinggi rendahnya nada ucapan; (4) ekspresi: sikap dan respons fisik yang seirama dengan nada ucapan; (5) interprestasi: pemaknaan dengan nada atau ekspresi atau sebuah kata /kalimat tuturan; (6) suasana hati: kondisi psikologis yang disesuaikan dengan materi ucapan.
· Simulasi Potensi Broadcaster
Melengkapi pembahasaan bagaimana membentuk diri penyiar profesional, berikut empat simulasi yang berguna untuk mengetahui potensi dan bakat menjadi penyiar radio profesional. Simulasi ini di kembangkan oleh H. Yul Iskandar, trainer dan konsultan karir dari Jakarta. Secara psikologis ada lima sifat yang mesti dimiliki oleh penyair, yaitu (1) humoris; (2) petualang; (3) adaptif; (4) penguji( examiner); (5) pemalu.