Minggu, 24 Juni 2012

Horeee.. teroris tertangkap lagii


Polisi : Teroris Peretas Sukses Kumpulkan Rp 7 M
TEMPO.CO, Jakarta – Detasemen Khusus 88 Antiteror Markas Besar Kepolisian RI masih menelusuri keterlibatan tersangka kasus terorisme, Rizky Gunawan dengan jaringan teroris lain. Polisi baru menemukan bukti keterlibatan Rizky dalam jaringan bom di Solo dan pelatihan militer di Poso.
»Dia pencari dana kegiatan terorisme, dari kegiatan hacking dia mengumpulkan uang hingga Rp 7 miliar,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Kepolisian, Komisaris Besar Kepolisian Boy Rafli saat dihubungi, Ahad, 24 Juni 2012.
Boy memaparkan, uang yang didapat Rizky dengan meretas sebuah situs Multi Level Marketing ini digunakan untuk membeli aset di Medan sebesar Rp 5,9 miliar, untuk pelatihan militer di Poso sebesar Rp 667 juta, dan untuk pembiayaan aksi bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Penuh Keputon, Solo. »Dia menyiapkan juga dana untuk makan dan logistik lainnya,” kata Boy.
Rizky yang memiliki kemampuan di bidang Informatika Teknologi (IT) ditangkap polisi pada tanggal 3 Mei 2012 di Gambir, Jakarta. Pada tanggal 21 Juni lalu, dia bersama empat rekannya yang ditangkap di Medan dan Bandung dibawa Densus 88 untuk menunjukan aset senilai Rp 5,9 miliar mereka di Medan. Akan tetapi, Boy tidak dapat memaparkan lebih detail empat identitas tersangka ini
Boy membantah bahwa Densus 88 melakukan penangkapan empat tersangka teroris lain pada saat penggeledahan dan penyitaan aset di Medan. Sedangkan informasi sebelumnya menyatakan, Densus telah menangkap empat orang yaitu istri Rizky bernama Suwita, Tomi Irawan, Kusnan, dan Winangsah. »Tidak ada penangkap di Medan, Densus 88 ke Medan hanya menyita aset,” kata dia.
Lima tersangka terorisme ini, menurut Boy, sudah kembali ditahan di Markas Komando Brigadir Mobil, Kelapa Dua, Depok. Densus 88 masih menyelidiki peran tiap tersangka dan kaitannya dengan jaringan-jaringan teroris yang lain.»Untuk sementara kami fokus pada penyidikan aset dan dua jaringan tersebut,” kata Boy.

Senin, 11 Juni 2012

Membaca Komprehensif


KLASIFIKASI DAN KARAKTERISTIK PARTISIPAN TUTUR PADA TEKS HADIS
Markhmah
Universitas Muhammadiyah surakarta
Jl. A. Yani, Tromol Pos 1, Pabelan, Surakarta 57102
Telp. 0271-717417 psw. 156, fak. 0271-715448
E-mail:
markhamaums@yahoo.com

ABSTRAK
Penelitian bertujuan untuk membuat klasifikasi partisipan tutur dalam teks hadis dan mengidentifikasi karakteristik partisipan tutur tersebut. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kumpulan Hadis Sahih Bukhari yang terdiri dari empat jilid, yaitu Sahih Bukhari 1 sampai dengan 4. Metode pengumpulan data yang di gunakan adalah metode simak atas teks Hadis yamg mengandung etika berbahasa. Metode analisis yang di gunakan adalah metode padan refrensial. Hasil penelitianya adalah sebagai berikut: (1) partisipan tutur terdiri dari dua kelompok, yaitu partisipan yang terlibat di dalam interaksi utama dan partisipan yang terlibat di dalam subinteraksi; (2) partisipan tutur pada interaksi utama  terdiri dari partisipan pertama, kedua, ketiga. Partisipan pertama dalam keseluruhan koleksi Hadis tersebut terdiri dari orang yang sama, yaitu Iman Bukhari. Partisipan kedua merupakan pihak pendengar yang terlibat di dalam interaksi utama tetapi tidak terlibat di dalam subinteraksi. Partisipan ke tiga merupakan partisipan tutur pertama bayangan pada level subinteraksi.
Kata Kunci : partisipan tutur










Repoduksinya :
KLASIFIKASI DAN KARAKTERISTIK PARTISIPAN TUTUR PADA TEKS HADIS
Markhmah
Universitas Muhammadiyah surakarta
Jl. A. Yani, Tromol Pos 1, Pabelan, Surakarta 57102
Telp. 0271-717417 psw. 156, fak. 0271-715448
E-mail:
markhamaums@yahoo.com

ABSTRAK
Dalam penelitian ini peneliti membuat klasifikasi partisipan tutur dalam teks hadis dan mengidentifikasi karakter partisipan tutur tersebut. Sumber datanya adalah kumpulan hadis sahih bukhari yang terdiri 4 jilid. Dari bukhari 1- 4 hasil penelitian adalah: (1) partisipan tutur dari 2 kelompok , partisipan tutur pada interaksi utama terdiri partisipan 1, 2, 3. Metode yang di gunakan metode pengumpulan data yang di gunakan metode simak atas teks hadis  yang mengandung etika berbahasa dan metode analisisnya yaiti metode padan refernsial. Dari partispan pertma yaitu dari Iman bukhari. Partisipan kedua hanya yang terlibat di dalam interaksi utama dan partisipan ketiga sifatnya interaksi. Jadi, partisipan tutur tiga adalah partisipan tutur pertama bayangan pada level subinteraksi.
Kata Kunci : partisipan tutur

Kamis, 07 Juni 2012

Kasus Hambalang Tuntas Sebelum Oktober


Ketua DPP PDIP bidang Hukum, Trimedya Pandjaitan, yakin kasus korupsi kompleks olahraga Hambalang, Jawa Barat, akan tuntas sebelum Oktober 2012.
"Paling lambat bulan September atau Oktober kasus ini sudah naik ke tahap penyidikan," kata Trimedya di Jakarta, Kamis (7/6/2012).
Menurut dia proses hukum kasus Hambalang di KPK sudah matang, sekitar 62 sampai 65 saksi sudah diperiksa. "Kemudian sudah ada yang diduga terkait kasus ini dicekal. Itu kan menandakan suatu kasus akan naik ke tingkat penyidikan. Kalau tidak berarti tidak serius begitu KPK tindaklanjuti kasus ini," kata Trimedya.
Menurut dia KPK tampaknya menunggu momentum tepat untuk membuat gebrakan baru dari kasus Hambalang ini. "Pengalaman sebelumnya KPK umumkan tersangka kasus dalam rapat kerja dengan Komisi III," kata Trimedya yang juga anggota Komisi III DPR ini.
Dikatakan KPK memiliki momentum hitung-hitungan sendiri dalam menuntaskan kasus yang mendapat sorotan publik seperti soal kasus Hambalang ini. "Dengan keterbatasan SDM yang dimiliki KPK memang itu jadi salah kendala," kata Trimedya.
Dijelaskan jika kasus Hambalang ini tidak selesai sebelum Oktober 2012 akan berimplikasi pada kasus Century.
"Karena mereka (KPK) janji kasus Century akhir tahun ini, bulan 12 diusut. Dan tanda-tandanya sudah kelihatan. Ini sebenarnya pertaruhan ekspektasi masyarakat terhadap mereka (pimpinan KPK)," kata Trimedya.
Sebab dalam proses seleksi fit and proper test di Komisi III, pimpinan KPK sekarang berjanji menuntaskan empat kasus besar yakni kasus Travel Check, Mafia Pajak, Wisma Atlet, dan Century.
"Kasus Travel Chek, Wisma Atlet, dan Hambalang sudah jalan dan mereka (KPK) serius. Kita apresiasi. Jadi kalau tidak selesai bulan 9-10 ini implikasi ke kasus Century. Kan statemen pimpinan KPK begitu bertahap diusut," kata Trimedya. (Aco)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA

RCTI Akhirnya Minta Maaf


Terkait pelaporan yang dilakukan oleh organisasi Ampati, yang melaporkan stasiun televisi RCTI selaku televisi yang menayangkan Indonesian Idol, akhirnya berakhir damai. RCTI pun mengaku meminta maaf atas dugaan pelecehan yang ada di dalam salah satu tayangan Indonesian Idol.
"Dari pertemuan tadi antara Ampati dengan RCTI memang menghasilkan bahwa pihak RCTI sudah minta maaf. Selain itu, mereka berjanji tidak akan melakukannya lagi," ujar Hartoyo, Ketua Ampati saat ditemui usai mediasi dengan RCTI di Komnas HAM, Jl. Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (06/06).
Dalam kesempatan itu, juga dijelaskan bahwa nantinya RCTI diharapkan akan meminta maaf secara langsung melalui jurinya di akhir acara Indonesian Idol.
"Pihak RCTI akan menyatakan secara publik saat penutupan Idol nantinya. Point 3 itu tapi akan dikemas dengan gaya bahasa yang mungkin tidak secara langsung melakukan permintaan maafnya," pungkasnya. (kpl/adt/sjw)
http://id.omg.yahoo.com/news/rcti-akhirnya-minta-maaf-184600035.html