Minggu, 27 Mei 2012

cekcok kerabat keraton solo


TEMPO.CO, Surakarta - Cekcok para kerabat keraton di depan umum malah jadi tontonan bagi para wisatawan. Kejadian yang langka terjadi ini menjadi tontonan para turis.
Percekcokan itu terjadi tepat di pintu utama keraton atau yang dikenal dengan nama Kori Kamandungan. Sesama kerabat keraton saling adu mulut saat Raja Keraton Surakarta, Paku Buwana XIII tidak diperkenankan masuk. Wisawatan yang kebetulan berada di sekitar lokasi tersebut dapat melihat langsung wajah raja yang ‘terlantar’ di muka keraton itu.
Hanya saja, para wisatawan itu tidak berani melihat dari dekat. Mereka hanya menyaksikan situasi tersebut dari kejauhan sembari menikmati jajanan pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar lokasi tersebut.
»Tadi sempat kaget, di keraton kok dijaga polisi,” kata Adiningsih, salah satu pelancong asal Surabaya. Dia semakin kaget setelah melihat adanya percekcokan di lokasi tersebut. Dia akhirnya mendapatkan cerita mengenai konflik di dalam keraton dari salah seorang pedagang.
Meski demikian, dia merasa menjadi wisatawan yang beruntung. Selama ini, dia hanya melihat sosok raja melalui foto. »Setelah berkunjung ke keraton berkali-kali, akhirnya bisa melihat wajah raja secara langsung,” kata Adiningsih. Sayang, lanjutnya, saat itu raja tidak mengenakan pakaian adat kebesarannya.
Salah satu wisatawan lain, Ryan Novianto justru berani mendekat. Bahkan dia beberapa kali mengambil gambar dengan menggunakan kamera miliknya. »Lumayan, momen yang sangat langka,” kata wisatawan asal Salatiga tersebut.
Meski demikian, dia sangat menyayangkan terjadinya cekcok antar kerabat yang dilakukan di muka umum tersebut. Apalagi, dia mengaku mendengar beberapa umpatan yang keluar. »Harusnya mereka bisa memegang norma dan budaya dengan baik,” katanya.
TEMPO.CO – Kam, 24 Mei 2012

Minggu, 06 Mei 2012

Perampok 'Tali Sepatu' Sasar Minimarket di Serpong, Rp 33 Juta Raib


Jakarta Minimarket tak habisnya menjadi sasaran pelaku kejahatan. Perampokan terbaru menimpa minimarket Alfamidi di Jl Letjen Soetopo, Serpong, Tangerang Selatan. Uang Rp 33 serta TV LCD 22 inch digondol pelaku.

Peristiwa ini, menurut Humas Polda Metro, Senin (7/5/2012), terjadi pada Minggu (6/5) pukul 05.15 WIB. 4 Perampok langsung masuk dan mengikat 4 karyawan minimarket itu.

Pelaku mengikat karyawan dengan tali sepatu. Kemudian mereka menggasak uang dalam berangkas, TV LCD pun dibawa. Pelaku kabur dengan menggunakan Xenia berwarna silver.

Menurut keterangan saksi mata yang juga karyawan Alfamidi, Andri Susilo (25) dan Bowo Nugroho (26), saat itu keduanya tengah membereskan barang di rak. Tiba-tiba masuk 3 orang pelaku yang menggunakan topi dan masker penutup wajah. Pelaku menodongkan senjata api dan senjata tajam ke karyawan.

Pelaku kemudian mengikat karyawan minimarket dan meminta Bowo untuk menunjukkan lokasi brangkas.

Ciri-ciri ketiga pelaku menggunakan topi dan masker penutup wajah. Sedangkan satu pelaku lainnya menunggu di dalam mobil Xenia warna silver. Ketika sedang beraksi, salah satu pelaku menutup rolling door, sehingga tidak tampak dari luar.

Ini adalah kali kesekian perampokan minimarket dengan modus tali sepatu. Dari belasan perampokan minimarket, tak banyak yang bisa diungkap polisi. Imbauan memasang CCTV sudah dilakukan, tapi seringkali layar CCTV juga diembat perampok.

http://news.detik.com/read/2012/05/07/090025/1910577/10/perampok-tali-sepatu-sasar-minimarket-di-serpong-rp-33-juta-raib